Sunday, 17 March 2013

Kategori: ,

CERITA CINTA DALAM SURAT



CERITA CINTA DALAM SURAT
Cerpen Monica Sucianto

Aku tersenyum melihat bunga- bunga bermekaran bersama pacarku bernama kak Fandi. Dia selalu menemaniku. Kak Fandi selalu membuat ku tersenyum dan tertawa. Dia selalu mewarnai hariku dengan senyumannya.Tiap hari dia selalu menemuiku,
***

Selain kak Fandi aku juga memiliki teman baik bernama Oliv. Dia sangat baik bahkan ia mau mendengankan curhat curhat ku. Hanya dia yg tau semua masalah masalah ku. Jika aku sedang marahan dengan kak Fandi pasti yang pertamakali aku temui selalu Oliv. Dia tidak pernah membuatku marah, jengkel ,ataupun benci.Oliv selalu memberikan aku dukungan ,dia selalu meberikan aku motifasi.
***


Sore itu aku dan kak Fandi duduk di kursi taman sambil menceritakan cerita indah kami bersama. “Kak kalo kita berpisah kakak gak akan ngelupain aku kan ?”Tanya ku kepada kak Fandi “Aku gak bakal ngelupain kamu, yang aku inget Cuma kamu “ jawab kak Fandi . Aku pun tersenyum melihat kak Fandi tersenyum balik kepada ku. “Aku gak bakal kok ngelupain kamu yg aku inget Cuma kamu… kamu …… dan kamu “kata kak Fandi tiba tiba.
***

Keesokan harinya , kak vena bilang, kak Fandi jalan sama perempuan lain. Aku mencoba tidak menghiraukan kata kata kak vena. “ mana mungkin kak Fandi jalan sama perempuan lain?” kataku sambil membela kak Fandi. “kamu gak percaya ? baru aja tadi kakak liat Fandi jalan di depan toko buku” kata kak vena. Aku pun langsung keluar meninggalkan kak Vena.untuk menenangkan diri , aku duduk di depan pintu .Tiba tiba suara telpon berbunyi……………. Aku melhat ada tulisan “Fandi”.aku pun mengang.kat nya .
“Hy ? apa kabar ? udah makan belom ? kamu lagi ngapain? “ Tanya kak Fandi bertubi tubi.“ baik , kamu ???” jawab ku . “ aku juga baik “jawab kak Fandi. “ kamu habis dari mana ? “ tanyaku kepada kak Fandi”. “ aku Cuma dari toko buku” jawab kak Fandi . “Sama siapa?” tanyaku lagi. “ kenapa sch kok kamu curiga amat ama aku ?” kata kak Fandi. “Ooooo kamu gak mau kasi tau ya . pasti kamu jalan sama cewe lain selain aku ???” tuduhku. “ nggak kok” kata kak Fandi. “kamu dah mulai boong ya ama aku ? kayak nya hubungan kita udak kandas sampai disini “ kataku sambil menutup telpon.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku bertemu Oliv . “ hy sobat baik ku ?” sapa Oliv. “panggil namaku aja Vera” jawab ku . “Ver kenapa akhir akhir ini kamu jarang aku liat sama Fandi?”Tanya Oliv . “aku dah putus sama kak Fandi . dia jalan ama cewe lain” jawab ku kesal. “ Oooo tapi kan dia baik mana mungkin dia jalan ama cewe lain” nasehat Oliv . “dia udah jalan ama cewe lain” jawab ku .
***

Sudah 1 bulan aku putus sama kak Fandi . Rasanya aku kangen sama dia aku kangen kamu kak. “Tapi kenapa kamu jalan sama cewe lain?” Tanya ku sambil berharap kakak bias mendengar nya. Tiba tiba suara telpon berbunyi. Tapi bukan kak Fandi melainkan Oliv. “Ver…..Ver aku denger berita dari mama nya Fandi katanya Fandi terserang penyakit ganas ,kangker otak !!! sekarang Fandi ada di rumah sakit kamar 12 dekat taman bunga”. Sontak aku langsung menutup telpon dan menuju rumah sakit di dekat taman. Di rumah sakit aku langsung mencari kamar 12. Aku tidak menghiraukan orang orang bahkan orang tua fandi juga tidak aku hiraukan. Di depan kak Fandi aku langsung berkata “ kak maafin aku ya ? aku dah mutusin kamu tiba tiba”kata ku. Kak Fandi hanya menganguk nganggukkan kepalannya. “Ver …… nanti kalo aku udah nggak ada km jangan lupain aku ya ?”kata kata Fandi terbata bata. “ iya kak aku gak bakal ngelupain kamu Cuma kamu yang aku sayang” balas ku. Aku mulai meneteskan air mata tepat di tangan kak Fandi. “Udah jangan nangis aku udah gak bisa sembuh lagi”.kata kak Fandi . Aku pun meneteskan air mata ku untuk yang kedua kali nya.Tiba tiba suster menarik ku keluar dari ruangan kak Fandi . Aku tetap memegang tangan kak Fandi, tapi suster itu tetap menyuruh ku keluar . dengan tangis dan haru aku melepaskan tangan kak Fandi. Wajah Fandi lama kelamaan menghilang di balik pintu yang perlahan lahan tertutup. Kata mama kak Fandi , kakak mau di bawa ke luar kota buat berobat. Lengkap dah rasa sakit di hati ku.
***

Beberapa hari ini aku jarang denger berita tentang kak Fandi. Aku takut dia kenapa napa. “Sabar ya kak aku bakal doain kakak kok , kakak pasti bias sembuh”kataku dalam hati. Aku langsung mengambil jaket menuju rumah sakit tempat kak Fandi di rawat. Tapi kata suster kak Fandi udah keluar dari rumah sakit ini beberapa hari lalu. Kenapa ya kak Fandi gak ngabarin aku ?. Aku pun pulang dengan kesedihan yg menjadi-jadi. Aku bingung di depan rumah ku ada secarik kertas yang bertuliskan “ dari Fandi” . Baru saja melihat surat dari kak Fandi , kesedihan ku mulai redah sedikit demi sedikit.disurat itu tertulis……….
Maaf ya Ver…. Aku gak sempat ngabarin kamu kalo aku mau pergi ke luar kota. Aku Cuma minta kamu jangan lupain aku walau kita jauh jauhan.kalo aku udah gak ada aku masih inget kamu kok di dunia lain. Tapi aku harap cinta kita bias abadi.
Aku sangat berharap kak Fandi cepat pulang. Aku sangat kesepian. Aku meneteskan air mata sambil memeluk surat dari kak Fandi. Aku langsung mengambil kertas untuk membalas surat kak Fandi dengan kata kata indah dari hatiku yg terdalam.
***

Setiap hari aku selalu menunggu surat dari kak Fandi sambil mengenang masa masa indah saat aku bersamanya . Aku selalu merasa tenang bersama kak Fandi.Tiba tiba tukang pos datang dan melemparkan surat ke depan rumah ku. “itu pasti surat dari kak Fandi ?” tebakku. Disitu tertulis……..
Aku kangen kamu ,aku pengen ketemu kamu. Disini aku kesepian mangharapkan pelukan hangatmu . Aku udah gak tahan sama penyakit ganas yang aku derita. Kamu gak usa ngarepin aku lagi ,aku udah gak bias sembuh lagi untuk selamanya.

Aku langsung mengambil kertas untuk membalas nya.
Kak aku juga berharap bias memeluk kakak untuk terakhirkalinya, sebelum kakak tinggalin aku untuk selamanya.Aku juga gak bias terus terusan gini ,aku pengen ketemu kakak bukan hanya dengan surat begini .mungkin cita kita hanya dalam surat.
Aku menulis nya sambil meneteskan air mata yang terus bercucuran tak kunjung henti.Aku selalu mengharapkan cintaku bias abadi untuk selamanya . Dan yang paling aku inginkan cuma ingin melihat wajah kak Fandi sebelum kakak meningkalkan ku untuk selamanya.

Dua hari sudah aku menunggu surat dari kak Fandi . Aku gak tahan ,aku pengen ngelihat wajah kak Fandi buat terakhir kali aja. Walau kata kak Fandi ,kakak udah gak bias sembuh tapi aku selalu berdoa kok buat kak Fandi. Aku tau pasti Tuhan memberikan satu kali kesempatan hidup buat kak Fandi. Nggak aku sangka ada surat di depan rumah ku.Itu dari kak Fandi. Yang tertulis……………….
Sorry Ver aku gak bias melakukan yang terbaik buat kamu,aku cuma bias bikin kamu khawatir.Ver aku sayang kamu , mungkin ini surat terakhir yang bias aku kirim. Ver aku benar benar cinta kamu , “I LOVE YOU”

Selesai membaca surat yang aku pegang langsung terjatuh begitu saja setelah membaca kata kata kak Fandi yang mengharukan. “kak sabarya aku di sini selalu doain kakak kok , kakak pasti sembuh sabar ya “ kataku dalam hati.Aku mengharapkan kak Fandi bias pulang aku sangat mengharapkan.
Sudah satu minggu aku menunggu ,tapi surat kak Fandi belum sampai sampai .Biasa kak Fandi cepet ngirim surat ke aku. Kayaknya kak Fandi udah gakbisa ngirim surat ke aku. Aku pasti akan menyimpan surat terakhir dari kak Fandi.

Aku selalu inget sama kak Fandi , Aku gak bakal ngelupain dia untuk selama lama nya .Tiba tiba telpon ku berbunyi.”iya oliv ada apa ?”tanyaku. “sekaran kamu cepat ke rumah sakit sebelah taman kamar nomor 9 sekarang !!!!!” .Aku langsung kerumah sakit kamar nomor 9.Yang pertamakali aku lihat Cuma wajah kak Fandi yang pucat .”kak …. Kakak kenapa ?” tanyaku “kakak udah gak bias hidup lagi”kata Fandi terbata bata “kak ……..jangan tinggalin aku , aku sayang kakak” kata ku.
“Tuhan sudah berkehendak lain Ver …. Kamu yang tabah ya”kata kak Fandi sambil mengusap air mata ku. “kak”panggil ku . “udah Ver besok aku udak gak bias bertahan lagi” kata Fandi. “kak ,pls kakak harus bias bertahan sabar ya kak aku cari bantuan dulu” kataku . “jangan ,bantuan udah gak berguna lagi,ini memang takdirku” sambil memegang tangan ku.Tiba tiba kak Fandi menutup matanya untuk selamanya .
*TAMAT*

0 komentar:

Post a Comment

BERKOMENTAR SESUAI PERLUNYA. MEMPUNYAI PERTANYAAN ATAU PERMINTAAN, SILAHKAN KOMENTAR

Subscribe