Friday, 7 June 2013

Kategori:

The Series of Pelangi Sederhana (Apakah ini Ketulusan Cinta?)

Belajar ikhlas bukanlah sesuatu yang mudah, harusnya aku pahami itu. Saat aku menangis setelah membaca novel patah hati atau film-film sedih. Kini air mataku mengalir karena aku yang merasakannya sendiri. Betapa sakitnya aku tak bisa mengungkapkannya. Saat aku harus mengetahui seseorang yang aku percayai dan yang aku cintai ternyata jalan dengan cewek lain. Ternyata sakit, tak bohong semua adegan film yang aku tonton selalu mengeluarkan air mata.
“de, maafin kakak. Mungkin kita break dulu. Kakak ingin fokus dengan kuliah kakak. insyaAllah kalau kakak lulus kita balikan lagi. Dede janji jangan pernah mengeluh dan sabar. Lakukanlah yang terbaik buat dede dan orang tua dede. Maafin kakak selama ini kakak belum pernah membahagiakan dede. Kakak sayang dede karena bagi kakak dedelah wanita yang terbaik yang pernah kakak temui.”
Kata-kata terakhir darinya, aku bisa menangis. Sebenarnya seperti apakah cinta itu?. saat aku yakin di tengah harapan untuk menunggunya. Keyakinan bahwa dia akan menungguku, dengan harapan kita bertemu dalam keadaan sukses.

Berhari-hari aku menunggu kabarnya, kabar baik dia? Dan satu hal yang mengejutkan. Tak tahu mengapa tangan ini gatal untuk membuka FB dia. Dan aku menemukannya, saat itu aku menangis sedih, hubungan berpacaran dengan cewek lain.
Hancur hatiku..
Berhari-hari aku menangis, inikah yang namanya patah hati. Sungguh sakit ternyata. Tapi dia bahagia dengan dia. Apa aku harus menangis? tak perlu. Karena orang yang aku sayangi telah bahagia.
Benar apa yang dikatakan orang-orang mencintainya tak butuh waktu lama akan tetapi melupakannya sungguh butuh waktu lama. aku pun terdiam entah apa yang akan aku lakukan lagi, saat aku tak bisa move on dari dia. seorang yang belum lama aku kenal dan hanya 5 bulan aku mengenalnya. Salahku?

Dia cinta pertamaku bahkan mungkin kekasih pertamaku. Aku tak akan pernah yakin bisa move on darinya. Itu benar yang terjadi, aku selalu mencari tahu tentang dia. semakin aku tahu, aku semakin sakit. Karena aku harus melihat foto-foto kebersamaannya dengan cewek itu. status mesra dengannya.
Sengguh menyakitkan.

Aku menahan setiap kegelisahanku. Aku gila! teriakku dalam hati. Oh Tuhan, mungkinkah ada seseorang yang mau menerima diriku setelah apa yang aku lakukan. Dosa terindah dan terbesar bersamanya.
Berhari-hari aku tak bisa merasa tenang, terkadang aku memohon kepada Tuhan agar di detik itu juga aku menutup mataku untuk yang terakhirnya. Tapi Tuhan tak mengabulkan, sungguh aku sakit.
Apa dia tahu kalau aku sakit? tidak! tak mungkin dia tahu.
Hidupku berantakan, semangat kerjaku pun tak ada lagi. Aku hidup atau mati? tak tahu lah. Yang aku tahu aku seperti mati rasa.

Tuhan pun mengenalkan berbagai cowok dalam hidupku, untuk menghilangkan kejenuhanku aku pun jalan dengan mereka satu persatu. Hanya saja aku masih tetap merasakan yang sama.
Aku masih mengharapkan dia.
Di ulangtahunnya, aku datang dengan membawa kue ultahnya, di tempat itu aku menunggunya. Aku harap dia mau meniup kue ultah ini. aku berfikir betapa bahagianya jika dia meniupnya. Tetapi dia tak datang, bahkan no telfonku pun dialihkan. tak mungkin dia datang, kamu harus sadar itu. Please mengertilah!

Hujan mengguyurku, aku pun hanya bisa menangis. oh Tuhan, kenapa aku bodoh? tak mungkin lah dia datang karena dia sekarang bukan miliku lagi dia milik seseorang.
Aku belum ikhlas, mengapa?
Aku pun pulang menahan kekecewaan yang sungguh pedih. Air mata ini adalah tanda betapa aku sayang pada dia.

Move on harus bisa.
Hari-hariku berjalan seperti biasa, tanpa dia dan berpura-pura baik-baik saja. Belajar tersenyum kembali. Dan belajar ikhlas dengan kenyataan. Iya, aku harus ikhlas. Dia bukan miliku lagi.
Karena yang aku tahu setiap apa yang dia butuhkan tak pernah dia dapatkan dariku. Dia selalu dapatkan dari orang lain. Aku kekasih yang tak berguna bukan?.

Aku terkejut saat aku divonis dokter terkena infeksi ginjal, dan mengalami kebocoran. Oh Tuhan, cobaan apa lagi. Kenapa aku tak sadar pada tubuhku ini, kenapa aku mensia-siakan dia padahal dia yang selalu bersamaku.
Aku pun harus keluar dari kerjaku. Karena aku tahu tubuhku ini telah rapuh. Menangis pun menjadi kebiasaanku saat ini, kebiasaanku yang tak akan bisa aku tinggalkan untuk waktu yang lama.
Aku melupakan dirinya, dan aku harus menyanyangi tubuhku.
Iya harus!

Selalu ada yang mengejutkan buatku. Tiba-tiba ada kabar darinya. Satu sms yang membuat aku bahagia.
Apa kabar? itu pertanyaannya.
Aku tak berfikir ulang kalau aku sungguh bahagia dengan sms itu. ada kabar dia lagi. Dan aku pun tak bisa mencegah hatiku untuk tak menyukainya lagi. Dan akhirnya aku pun berharap dia kembali lagi kepadaku. aku sangat sakit ternyata dia kembali karena putus dengan kekasihnya.
Mungkin karena itu, apakah janji itu sebenarnya? mungkinkah dia akan kembali. Semakin aku gelisah dibuatnya. Jujur aku masih sayang padanya. Dan aku tak bisa membencinya.
Aku pun tak habis fikir dia kembali di saat aku ingin melupakannya. Dimana dengan cewek itu?
Aku pun mencari tahu tentang dia, dan ternyata benar hubungan mereka tak baik. Dan aku pun mendapati satu status.
hahah, ketauan kan modusnya, sering chat, sok asik, taunya NGAREP!!
kirim kirim salam segala!!
#basi mbak
Oh Tuhan, apa sekejam itu aku padanya. Apa aku seperti perawan cinta. Itu kah aku? dia tak akan tau. Dan bukan salah gadis itu. karena aku memang tak tahu malu. Benar, harusnya aku tak mengganggu hubungan mereka. dan tak pernah mengharapkan kembali. Iya harusnya seperti itu.
Akhirnya aku pun menjauhinya lagi.

Aku nyaman dengan keputusanku, aku tak akan mengharapkan dia lagi. Dan aku tak akan mengganggu mereka. semoga dia bahagia.
sayang, semoga kau bahagia disana.
Dan aku tak mengerti mengapa aku selalu goyah saat dia menghubungiku kembali. Bahkan seolah-olah dia akan kembali lagi kepadaku.
Aku senang saat aku tahu hubungan mereka berakhir. Dan dia pun memintaku untuk kembali. Oh Tuhan, benarkah dia kembali kepadaku? jika ini mimpi aku tak mau terbangun.
Hari ini adalah kabar gembira dan kabar buruk. Aku senang dia ingin kembali lagi padaku. Akan tetapi penyakitku semakin parah ternyata. aku tak akan lama lagi hidup di dunia ini.
Galau..
Saat itu aku ingin menangis kenapa harus ada penyakitku ini. mengapa? ketika aku mulai ingin bahagia denganya.
Maafkan aku Tuhan karena doaku dahulu, aku ingin mati. Maafkan aku Tuhan.
Mungkin benar jangan pernah salah doa. Tuhan benar-benar mengabulkan doaku. Aku akan mati dengan cepat.
Senyumku tertukar dengan kalbuku. Mungkin saat ini dia tak mengetahuinya. Aku harus pergi darinya, dari dia.
Aku tak ingin bersama dia di saat aku sekarat. Aku tak ingin dia menangisiku kelak. Seperti saat aku menangisi kepergiannya. Aku tak ingin satu butir air matanya membasahi pipinya. Bagiku air matanya sangatlah berharga.
Aku pun memutuskan untuk mengatakannya semua tentang perasaanku. 3 lembar surat kuberikan kepadanya, dan satu kaset beserta cincin yang dia berikan aku taruh dalam satu amplop.

Kakak,
Aku sayang kakak. aku tahu aku tak bisa memberikan sesuatu. Karena aku tak mampu. Aku tahu kini kau bersama wanita lain. tentunya itu adalah kebahagian kakak. dan aku tahu kakak mencintai wanita itu dari pada aku.
Maaf karena aku menyembunyikan perasaanku. Aku berbohong dan berpura-pura tak tahu apa-apa. sebenarnya dari dulu aku tahu, alasan kakak minta break bukanlah karena kuliah, akan tetapi karena wanita lain.
Aku tak pernah bisa membenci kakak, dan aku tahu aku pun tak pantas untuk marah ke kakak. Bukan salah kakak jika perasaan kakak lebih condong kepadanya.
Ingatkan kata-kataku..
Aku tak peduli jarak di antara kita..
Aku tak peduli ada perbedaan di antara kita..
Aku pun tak peduli kau tak mencintaiku..
Tapi aku sangat peduli jika aku tak bisa melihatmu selamanya.
Aku sangat sayang kakak, sampai kapanpun. Hingga aku menutup mata.

Saat itu pun aku mencoba menghilang. Dengan harapan meraka bahagia bersama. Walaupun begitu aku memperhatikan mereka dari jauh. Kadang aku tersenyum saat meraka berdua foto bareng, dan status-status mesra. terimakasih Tuhan, karena kau membuat dia benar-benar bahagia.
Aku akan tahan dengan sakit ini, dan aku berharap saat aku menutup mata ini aku masih bisa melihat senyumnya.
Karena aku tahu pelangi sederhana itu adalah cinta yang tulus.

setiap doa Tuhan pasti mengabulkannya, saat waktu itu tiba sampai terkadang kita lupa. bersabarlah..
ingat tak selamanya cinta harus memiliki dan tak selamanya ketulusan itu selalu diungkapkan. tanpa kita berteriak dan menangis di depan dunia, dia akan tahu. dan Tuhanlah yang lebih mengetahuinya. selamat bagi orang yang berhasil mencintai seseorang dengan tulus. karena ada sebagian orang yang tak tahu dan merasakan apa itu ketulusan cinta.
semangat!

Thanks dah baca..
Cerpen Karangan: Upik Junianti
Fb: upikjunianti@yahoo.co.id
Twit: @junianti_upik

HARGAI CIPTAAN ORANG

0 komentar:

Post a Comment

BERKOMENTAR SESUAI PERLUNYA. MEMPUNYAI PERTANYAAN ATAU PERMINTAAN, SILAHKAN KOMENTAR

Subscribe