Showing posts with label PERIBAHASA BAHASA ACEH. Show all posts
Showing posts with label PERIBAHASA BAHASA ACEH. Show all posts

Tuesday, 4 November 2014

,

Peribahasa Bahasa Aceh ( Lagèe nggang keumiet abeuek )

Peribahasa Bahasa Aceh 


Lagèe nggang keumiet abeuek

Artinya : seperti bangau menunggu ( menjaga ) paya
Maknanya : ibarat seserang yang bermalas-malasan berusaha, hanya menunggu dan menerima hasil dari orang lain, peribahasa ini sering di saya dengar di ucapkan oleh orang tua kepada anaknya yang sedang menuntut ilmu ( kuliah ) di daerah lain, yang hanya menunggu uang jajan dari kiriman orang tua saja, tidak mau bekerja paruh waktu untuk mendapatkan uang yang lebih untuk jajan.




,

Peribahasa Bahasa Aceh ( Peue meunoe peue meudéh, huh an lèt padé abéh. )

Peribahasa Bahasa Aceh 


Peue meunoe peue meudéh, huh an lèt padé abéh.

Artinya : apa begini apa begitu, nasi tidak dimakan padi habis.

Maknanya : seseorang yang dungu, hartanya habis karena di bodohin, peribahasa menjelaskan bahwa kehidupan seorang yang mempunyai harta benda yang cukup, tapi habis di kuras orang lain karena dirinya dungu mudah diperdayakan.


,

Peribahasa Bahasa Aceh ( Pèng abéh gaséh pi kureueng, peue lom tatueng kamoe ka hina )

Peribahasa Bahasa Aceh 



Pèng abéh gaséh pi kureueng, peue lom tatueng kamoe ka hina
Artinya : Uang habis kasihpun berkurang, untuk apa di pakai lagi kami sudah hinan
Maknanya : orang menyukai kita ini selama kita masih mempunyai uang atau kaya, tetapi kalau kita sudah miskin, kita tidak di hiraukan lagi. Nah, kalau peribahasa ini mungkin semua pernah mengalaminya, di mana ada seorang teman yang hanya ada bersama kita di saat kita mempunyai uang


,

Peribahasa Bahasa Aceh ( Abéh nyawong Tuhan tueng, abéh areuta hukôm pajôh )

Peribahasa Bahasa Aceh


Abéh nyawong Tuhan tueng, abéh areuta hukôm  pajôh

Artinya : Hilang nyawa Tuhan ambil, habis harta di makan hokum.
Maknanya : Nyawa kita adalah di tangan Tuhan dan harta di tangan hokum.

 Peribahasa ini menjelaskan tentang bahwa mati kita ini hanya Tuhan yang tau, dan harta itu di tangan hokum, harta dapat hilang apabila melanggar hokum. Di katakana juga kepada orang yang mendapat malapetaka, harta dan dirinya hilang musnah seluruhnya.



,

Peribahasa Bahasa Aceh ( Manok keupông abèe )

Peribahasa Bahasa Aceh 



Manok keupông abèe

Artinya : Ayam mengepul debu

Maknanya : suatu noda (pelanggaran, melanggar hokum) yang cepat ilang tak terkesan.
Peribahasa ini sering saya dengan di waktu kecil, biasanya orang tua akan berkata demikian saat mengetahui anaknya sudah menjaili teman sekelasnya, di saat orang tua yang dijaili mengadu kepada si orang tua yang menjaili.

Atau seperti mencaci maki, sebenarnya mencaci maki itu melanggar hokum, tapi tidak begitu meninggalkan bekas, dan akan cepat dilupakan.



Monday, 3 November 2014

,

Peribahasa Bahasa Aceh ( rayeuk ciulet dungon 'ab )

Peribahasa Bahasa Aceh 



PERIBAHASA INI DI UCAPKAN SAAT SESEORANG YANG BANYAK MERANCANG ATAU BERANGAN-ANGAN TERHADAP SESUATU YANG INGIN DI CAPAI, AKAN TETAPI DIA TIDAK MENERAPKAN LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENCAPAINYA.

JIKA ANDA MENDENGAN PERIBAHASA INI, BERARTI ANDA SEDANG DI LECEHKAN. WAJAR ANDA DI LECEHKAN, KARENA ANDA HANYA MERANCANG, TAPI TIDAK ANDA TERAPKAN. 

JIKA ITU ANDA DENGAR, MAKA SEGERALAH BUKTIKAN KEPADA YANG MENGATAKANNYA. BAHWA ANDA TIDAK HANYA BERBICARA/MERANCANG, TAPI ANDA JUGA MELAKSANAKAN DAN MENERAPKANNYA.

GOOD LUCK.