Sunday, 17 March 2013

Gambar Animasi Gerak Lucu Terbaru

Dalam perkembangan Dunia Teknologi sekarang memang tidak dapat dipungkiri bahwa hal yang sulit untuk di perkirakan mungkin bisa menjadi diwujudkan dalam Hal nyata, kita lihat saja dengan Kecanggihan Teknologi Modern Gambar yang tidak bisa bergerak menjadi Sebuah Gambar yang bisa Gerak atau biasa yang disebut dengan Animasi atau kita lihat saja Film kartun yang itu adalah terdiri dari banyak Gambar, ya kalo mungkin ngomongin Dunia Teknologi Modern sekarang mungkin tidak akan ada habisnya karena akan terus ber Evolusi.

Ya kita Kembali ke topik pembahasan yakni mengenai Gambar Animasi Gerak Lucu Terbaru ini, Animasi Lucu ini memang sedang banyak di cari orang karena mungkin sebagian orang yang mempunyai Handphone Smart atau Handphone yang mendukung GIF bisa di jadikan untuk Wallpaper ataupun Backgroun sebuah hanphone ataupun Bisa untuk Tablet, Okelah mungkin teman teman sudah tidak sabar untuk melihat Kumpulan Gambar Animasi Bergerak Lucu dibawah ini.

Gambar Animasi Gerak Lucu 1
Gamabar Animasi Lucu 1
Gambar Animasi Gerak Lucu 2
Gamabar Animasi Lucu 2
Gambar Animasi Gerak Lucu 3
Gamabar Animasi Lucu 3
Gambar Animasi Gerak Lucu 4
Gamabar Animasi Lucu  4

Gambar Animasi Gerak Lucu 5
Gamabar Animasi Lucu 5
Gambar Animasi Gerak Lucu 6
Gamabar Animasi Lucu 6

Gambar Animasi Gerak Lucu 7
Gamabar Animasi Lucu 7

Gambar Animasi Gerak Lucu 8
Gamabar Animasi Lucu 8
Gambar Animasi Gerak Lucu 9
Gamabar Animasi Lucu 9

Gambar Animasi Gerak Lucu 10
Gamabar Animasi Lucu 10
Gambar Animasi Gerak Lucu 11
Gamabar Animasi Lucu 11

Gambar Animasi Gerak Lucu 12
Gamabar Animasi Lucu 12
,

CERITA CINTA DALAM SURAT



CERITA CINTA DALAM SURAT
Cerpen Monica Sucianto

Aku tersenyum melihat bunga- bunga bermekaran bersama pacarku bernama kak Fandi. Dia selalu menemaniku. Kak Fandi selalu membuat ku tersenyum dan tertawa. Dia selalu mewarnai hariku dengan senyumannya.Tiap hari dia selalu menemuiku,
***

Selain kak Fandi aku juga memiliki teman baik bernama Oliv. Dia sangat baik bahkan ia mau mendengankan curhat curhat ku. Hanya dia yg tau semua masalah masalah ku. Jika aku sedang marahan dengan kak Fandi pasti yang pertamakali aku temui selalu Oliv. Dia tidak pernah membuatku marah, jengkel ,ataupun benci.Oliv selalu memberikan aku dukungan ,dia selalu meberikan aku motifasi.
***


Sore itu aku dan kak Fandi duduk di kursi taman sambil menceritakan cerita indah kami bersama. “Kak kalo kita berpisah kakak gak akan ngelupain aku kan ?”Tanya ku kepada kak Fandi “Aku gak bakal ngelupain kamu, yang aku inget Cuma kamu “ jawab kak Fandi . Aku pun tersenyum melihat kak Fandi tersenyum balik kepada ku. “Aku gak bakal kok ngelupain kamu yg aku inget Cuma kamu… kamu …… dan kamu “kata kak Fandi tiba tiba.
***

Keesokan harinya , kak vena bilang, kak Fandi jalan sama perempuan lain. Aku mencoba tidak menghiraukan kata kata kak vena. “ mana mungkin kak Fandi jalan sama perempuan lain?” kataku sambil membela kak Fandi. “kamu gak percaya ? baru aja tadi kakak liat Fandi jalan di depan toko buku” kata kak vena. Aku pun langsung keluar meninggalkan kak Vena.untuk menenangkan diri , aku duduk di depan pintu .Tiba tiba suara telpon berbunyi……………. Aku melhat ada tulisan “Fandi”.aku pun mengang.kat nya .
“Hy ? apa kabar ? udah makan belom ? kamu lagi ngapain? “ Tanya kak Fandi bertubi tubi.“ baik , kamu ???” jawab ku . “ aku juga baik “jawab kak Fandi. “ kamu habis dari mana ? “ tanyaku kepada kak Fandi”. “ aku Cuma dari toko buku” jawab kak Fandi . “Sama siapa?” tanyaku lagi. “ kenapa sch kok kamu curiga amat ama aku ?” kata kak Fandi. “Ooooo kamu gak mau kasi tau ya . pasti kamu jalan sama cewe lain selain aku ???” tuduhku. “ nggak kok” kata kak Fandi. “kamu dah mulai boong ya ama aku ? kayak nya hubungan kita udak kandas sampai disini “ kataku sambil menutup telpon.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku bertemu Oliv . “ hy sobat baik ku ?” sapa Oliv. “panggil namaku aja Vera” jawab ku . “Ver kenapa akhir akhir ini kamu jarang aku liat sama Fandi?”Tanya Oliv . “aku dah putus sama kak Fandi . dia jalan ama cewe lain” jawab ku kesal. “ Oooo tapi kan dia baik mana mungkin dia jalan ama cewe lain” nasehat Oliv . “dia udah jalan ama cewe lain” jawab ku .
***

Sudah 1 bulan aku putus sama kak Fandi . Rasanya aku kangen sama dia aku kangen kamu kak. “Tapi kenapa kamu jalan sama cewe lain?” Tanya ku sambil berharap kakak bias mendengar nya. Tiba tiba suara telpon berbunyi. Tapi bukan kak Fandi melainkan Oliv. “Ver…..Ver aku denger berita dari mama nya Fandi katanya Fandi terserang penyakit ganas ,kangker otak !!! sekarang Fandi ada di rumah sakit kamar 12 dekat taman bunga”. Sontak aku langsung menutup telpon dan menuju rumah sakit di dekat taman. Di rumah sakit aku langsung mencari kamar 12. Aku tidak menghiraukan orang orang bahkan orang tua fandi juga tidak aku hiraukan. Di depan kak Fandi aku langsung berkata “ kak maafin aku ya ? aku dah mutusin kamu tiba tiba”kata ku. Kak Fandi hanya menganguk nganggukkan kepalannya. “Ver …… nanti kalo aku udah nggak ada km jangan lupain aku ya ?”kata kata Fandi terbata bata. “ iya kak aku gak bakal ngelupain kamu Cuma kamu yang aku sayang” balas ku. Aku mulai meneteskan air mata tepat di tangan kak Fandi. “Udah jangan nangis aku udah gak bisa sembuh lagi”.kata kak Fandi . Aku pun meneteskan air mata ku untuk yang kedua kali nya.Tiba tiba suster menarik ku keluar dari ruangan kak Fandi . Aku tetap memegang tangan kak Fandi, tapi suster itu tetap menyuruh ku keluar . dengan tangis dan haru aku melepaskan tangan kak Fandi. Wajah Fandi lama kelamaan menghilang di balik pintu yang perlahan lahan tertutup. Kata mama kak Fandi , kakak mau di bawa ke luar kota buat berobat. Lengkap dah rasa sakit di hati ku.
***

Beberapa hari ini aku jarang denger berita tentang kak Fandi. Aku takut dia kenapa napa. “Sabar ya kak aku bakal doain kakak kok , kakak pasti bias sembuh”kataku dalam hati. Aku langsung mengambil jaket menuju rumah sakit tempat kak Fandi di rawat. Tapi kata suster kak Fandi udah keluar dari rumah sakit ini beberapa hari lalu. Kenapa ya kak Fandi gak ngabarin aku ?. Aku pun pulang dengan kesedihan yg menjadi-jadi. Aku bingung di depan rumah ku ada secarik kertas yang bertuliskan “ dari Fandi” . Baru saja melihat surat dari kak Fandi , kesedihan ku mulai redah sedikit demi sedikit.disurat itu tertulis……….
Maaf ya Ver…. Aku gak sempat ngabarin kamu kalo aku mau pergi ke luar kota. Aku Cuma minta kamu jangan lupain aku walau kita jauh jauhan.kalo aku udah gak ada aku masih inget kamu kok di dunia lain. Tapi aku harap cinta kita bias abadi.
Aku sangat berharap kak Fandi cepat pulang. Aku sangat kesepian. Aku meneteskan air mata sambil memeluk surat dari kak Fandi. Aku langsung mengambil kertas untuk membalas surat kak Fandi dengan kata kata indah dari hatiku yg terdalam.
***

Setiap hari aku selalu menunggu surat dari kak Fandi sambil mengenang masa masa indah saat aku bersamanya . Aku selalu merasa tenang bersama kak Fandi.Tiba tiba tukang pos datang dan melemparkan surat ke depan rumah ku. “itu pasti surat dari kak Fandi ?” tebakku. Disitu tertulis……..
Aku kangen kamu ,aku pengen ketemu kamu. Disini aku kesepian mangharapkan pelukan hangatmu . Aku udah gak tahan sama penyakit ganas yang aku derita. Kamu gak usa ngarepin aku lagi ,aku udah gak bias sembuh lagi untuk selamanya.

Aku langsung mengambil kertas untuk membalas nya.
Kak aku juga berharap bias memeluk kakak untuk terakhirkalinya, sebelum kakak tinggalin aku untuk selamanya.Aku juga gak bias terus terusan gini ,aku pengen ketemu kakak bukan hanya dengan surat begini .mungkin cita kita hanya dalam surat.
Aku menulis nya sambil meneteskan air mata yang terus bercucuran tak kunjung henti.Aku selalu mengharapkan cintaku bias abadi untuk selamanya . Dan yang paling aku inginkan cuma ingin melihat wajah kak Fandi sebelum kakak meningkalkan ku untuk selamanya.

Dua hari sudah aku menunggu surat dari kak Fandi . Aku gak tahan ,aku pengen ngelihat wajah kak Fandi buat terakhir kali aja. Walau kata kak Fandi ,kakak udah gak bias sembuh tapi aku selalu berdoa kok buat kak Fandi. Aku tau pasti Tuhan memberikan satu kali kesempatan hidup buat kak Fandi. Nggak aku sangka ada surat di depan rumah ku.Itu dari kak Fandi. Yang tertulis……………….
Sorry Ver aku gak bias melakukan yang terbaik buat kamu,aku cuma bias bikin kamu khawatir.Ver aku sayang kamu , mungkin ini surat terakhir yang bias aku kirim. Ver aku benar benar cinta kamu , “I LOVE YOU”

Selesai membaca surat yang aku pegang langsung terjatuh begitu saja setelah membaca kata kata kak Fandi yang mengharukan. “kak sabarya aku di sini selalu doain kakak kok , kakak pasti sembuh sabar ya “ kataku dalam hati.Aku mengharapkan kak Fandi bias pulang aku sangat mengharapkan.
Sudah satu minggu aku menunggu ,tapi surat kak Fandi belum sampai sampai .Biasa kak Fandi cepet ngirim surat ke aku. Kayaknya kak Fandi udah gakbisa ngirim surat ke aku. Aku pasti akan menyimpan surat terakhir dari kak Fandi.

Aku selalu inget sama kak Fandi , Aku gak bakal ngelupain dia untuk selama lama nya .Tiba tiba telpon ku berbunyi.”iya oliv ada apa ?”tanyaku. “sekaran kamu cepat ke rumah sakit sebelah taman kamar nomor 9 sekarang !!!!!” .Aku langsung kerumah sakit kamar nomor 9.Yang pertamakali aku lihat Cuma wajah kak Fandi yang pucat .”kak …. Kakak kenapa ?” tanyaku “kakak udah gak bias hidup lagi”kata Fandi terbata bata “kak ……..jangan tinggalin aku , aku sayang kakak” kata ku.
“Tuhan sudah berkehendak lain Ver …. Kamu yang tabah ya”kata kak Fandi sambil mengusap air mata ku. “kak”panggil ku . “udah Ver besok aku udak gak bias bertahan lagi” kata Fandi. “kak ,pls kakak harus bias bertahan sabar ya kak aku cari bantuan dulu” kataku . “jangan ,bantuan udah gak berguna lagi,ini memang takdirku” sambil memegang tangan ku.Tiba tiba kak Fandi menutup matanya untuk selamanya .
*TAMAT*

,

Senyum Terakhir : kisah sedih nyata cinta dibalik tragedi Sukhoi

“ Senyum terakhir..
based on true story love Ilma and Arnhenzky

“ Pada akhirnya, kepergian seseorang mungkin menyakitkan akan tetapi akan selalu  menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang dalam hidup kita.”
Agnes Davonar


                  Nama gua Arnhenzky Arzhanka, ribet ye nama gua. Kalau begitu panggil aja Anes. Nama itu dikasih bokap gua karena dia gak sengaja mendengar nyokap gua mengandung pada saat dia sedang jalan-jalan di Rusia so.. nama gua ala-ala Rusia gitu.  Umur gua sekarang 25 tahun, pekerjaan gua saat ini kuli seni atau kerennya disebut telent. Gua jalani kehidupan sebagai kuli seni ini buat nabung modal gua di masa depan untuk jadi wiraswata kayak bokap gua yang cukup sukses sebagai penjahit baju ( tailor). So, demi masa depan gua, gua kerja tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa waktu.

Gara-gara lupa waktu ini, gua jadi mengenal seseorang ; seseorang yang memiliki senyum terindah yang pernah gua lihat seumur hidup gua. Gua menyebutnya sebagai takdir pertama. Kisahnya dimulai saat itu  ketika suatu hari, gua gak sadar ketiduran dan tiba-tiba telepon gua berbunyi.
Dengan setengah mengantuk gua angkat.
“ anes, loe dimana? “ teriak menejer gua kencang dibalik telepon
“ dikamar.. kenapa? Teriak-teriak kayak kebakaran aja” Tanya gua
“ buruan loe ke Bali. Itu ada jadwal syuting iklan. Itu tim produksi uda di Bandara nunggui loe..”
“ lah.. emang jam berapa?” Tanya gua memperhatikan jam di kamar.
“ jam 10 pesawat.. ini uda jam 8.30. Loe belum juga boarding..”
Sumpah mampus!! gua kaget setengah mati, karena keasyikan tidur sampai lupa kalau hari ini gua harus pergi ke Bali buat syuting. Akhirnya gua, dengan langkah 1000 menembus kemacetan Jakarta dengan penuh perjuangan menuju bandara. Setiba di sana, gua sudah telat, dengan terburu-buru gua menuju pesawat. Untungnya nama gua masih dipanggil-panggil walau tersisa 10 menit lagi. Pesawat yang gua gunakan saat itu adam air. Dengan kebingungan gua menuju kabin pesawat.
Seorang perempuan cantik menyapa gua  di depan pintu kabin :
“ini mas Ar..nhen.. zky Arz..hanka?”kata dia dengan kesulitan menyebut nama gua
“iya iya.. aku duduk mana ya?” Tanya gua.
“aduh hampir aja di tinggal pesawat.. buruan mas ikuti aku, penumpang uda ngamuk-gamuk neh nunggu mas.. ”kata perempuan itu.
Akhirnya dia mengantar gua ke kursi dan sialnya karena terburu-buru kaki gua tersandung kursi dan menimpa tubuh pramugari itu yang ikut terjatuh. Melihat kejadian itu pramugari-pramugari dan penumpang di deket kita ngebantu dengan cepat.  Tentu aja kejadian itu membuat gua malu setengah mati. Lebih gak enak hati karena membuat sang pramugari jadi pusat perhatian. Gua mengucapkan kata maaf. Dia hanya tersenyum dan pergi. Padahal gua tau, dia pasti marah banget karena dibuat malu sama gua. Akhirnya dia ke belakang kabin dan ketua pramugari yang bertugas mengantar gua ke kursi.
“aduh mbak sorry jadi gak enak.. mata masih 5 watt neh..” kata gua.
“makanya lain kali kalau tidur pakai pakai alarm supaya gak telat..” kata pramugari itu dengan sabar.
Akhirnya dia mengantarkan gua ke tempat kursi gua. Teman-teman tim produksi bernafas lega menemukan gua di pesawat.  Setelah menghela nafas. Gua tetap merasa tak enak hati karena kejadian tadi, sepanjang perjalanan menuju bali gua terus memperhatikan pramugari tadi dan memperhatikan nama di name tag miliknya dengan sembunyi-sembunyi. Namanya Nur Ilmawati. Setiap dia berjalan, gua melempar senyum dan merasa tidak enak hati karena membuat dia malu, tapi dia hanya diam tak merespon.
Sampai akhirnya, pesawat mendarat dan saat itulah terakhir gua harus pergi. Rasanya ingin mengucapkan maaf untuk terakhir kali tetapi percuma juga karena dia pasti sibuk; pikir gua. Ketika gua turun dari kabin pesawat dan bertemu dengan ketua pramugari yang menyambut kepergian tamu. Gua mengucapkan salam dan tiba-tiba dia memberikan gua sehelai tisue
“apaan ini?”
“kalau mau minta maaf, itu nomornya..”
“oh.. makasih mbak.. “kata gua.
Sepertinya semua petugas di dalam pesawat sudah tau rasa bersalah gua dan mereka memberikan kesempatan gua untuk meminta maaf dengan cara yang lucu. Setelah tiba di hotel di bali. Gua kemudian mengiriman sms kepada pramugari yang di kertas itu ditulis namanya” Ilma “
“Ilma ya.. maaf ya tadi dipesawat bikin kejadian memalukan.. merepotkan. Anes..”
Dengan kebingungan dia membalas.
“kok bisa tau nomor aku?”
“dari senior kamu gapapa kan, dimaafin gak?”
“dimaafkan kok. Kan dalam ajaran agama, memaafkan itu amal ibadah..”
Mendengar kalimat itu gua merasa lega. Kami pun jadi sering smsan beberapa hari sampai akhirnya dari perkenalan itu berakhir begitu saja tanpa pernah bertemu. Kesibukan dia sebagai pramugari dan gua sebagai kuli seni membuat takdir kami berjalan. Tapi tidak begitu lama, sampai suatu ketika. Tanpa sengaja, gua menerima sms dari Ilma yang salah sms bahwa dia sedan di semanggi. Karena kebetulan gua juga sedang menuju semanggi. SMS nyasar itu akhirnya menjadi takdir kedua yang menjadi pertemuan kita.
Ilma yang gua lihat saat menjadi pramugari terkesan dewasa dan serius, ternyata saat bertemu bisa juga terlihat lucu. Pada saat itu dia bercerita kalau dia sudah tidak lagi bekerja karena maskapai tempat dia lagi kerja bangkrut dan sedang melamar pekerjaan. Akhirnya dari pertemuan itu kita menjadi saling dekat dan berjanji untuk sering bertemu dalam beberapa kesempatan.
Sampai suatu ketika, kita lagi jalan dan duduk di pantai Ancol sambil menikmati matahari sore. Ilma yang gua pikir terlihat bahagia dengan senyum indahnya ternyata tidak sebahagia senyumnya. Semakin kita mengenal, semakin gua tau betapa rapuh diantara senyum itu. Saat itu dia bertanya sama gua, kenapa gua mau jadi kuli seni? Lalu gua menjawab
“abis aku gak suka kerja kantoran.. kalau mau cari duit gampang ya coba disini dulu. Kebetulan muka aku katanya lumayan buat iklan.. lagian aku males kuliah, jadi bokap Cuma kasih dua pilihan fokus kerja atau kuliah.. ya aku fokus kerja dong..”
“kamu enak ya, gak usah pusingi harus bagaimana dalam hidup kamu.. dibandingin aku.. mau kuliah aja gak bisa. Syukur-syukur bisa lulus SMA tapi sekarang nasib cari kerja aja susah..”
“memangnya kenapa?”
“ aku gak seperti kamu, punya keluarga yang bisa bantu selalu untuk bertahan hidup. Sebaliknya, aku harus bekerja untuk bertahan hidup untuk aku dan keluargaku..”
Gua jadi bingung mengapa dia berkata demikian dan ia pun bercerita tentang masa lalunya.
Ilma kecil lahir dari empat bersaudara. Ia paling kecil diantara ketiga kakaknya. Ibu dan ayahnya bercerai, keduanya sudah menikah kembali. Ilma kemudian diasuh oleh kakak perempuan tertuanya dibantu oleh neneknya. Jadi masa kecilnya dihabiskan dengan didikan nenek dan kakaknya. Kakaknya sendiri bukan orang yang mampu tapi dengan sekuat tenaga ia membantu Ilma sampai lulus sekolah. Karena ilma merasa sudah dewasa akhirnya ia memutuskan mencari pekerjaan. Apapun pernah ia lakukan sampai menjadi SPG sampai menjadi penjual tiket di XXI. Impiannya hanya satu yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan membalas kebaikan mereka yang merawatnya.

Dia bercerita dengan tangis bagaimana kehidupan keluarganya.. gua merasa tidak enak hati membuat dia menangis. Tapi akhirnya gua membuat satu pertanyaan terakhir…
“kok kamu mau jadi pramugari?”
“sejak kecil, aku tuh gak pernah naik pesawat. Mimpi naik pun gak berani.. Itu kan hanya untuk orang mampu.. sedangkan aku orang miskin. Jadi impian kecilku ya pengen naik pesawat. Kebetulan suatu ketika aku denger dari teman kalau ada buka lowongan jadi pramugari.. akhirnya aku coba ngelamar.. dan  yang paling membuatku optimis, perusahaan itu membuka lowongan untuk lulusan SMA. Akhirnya aku ngelamar dan diterima..””
“kamu emang gak takut diatas ketinggian..?”Tanya gua.
“Takut sih, tapi mau gimana lagi.. kalau aku kerja jadi kasir penjual tiket seumur hidup juga gak akan bisa mengubah kehidupan aku. Yauda aku hilangin rasa takut aku jadi pramugari, gajinya kan lumayan besar..”
“begitu ya?”
“kenapa kamu takut ya naik pasawat?”
“hehehe. Lumayan sih. Abis serem banget kalau naik pasawat apalagi pas goyang-goyang, jantung kayak mau copot”
“ kalau gitu jantungnya di rem aja pake lakban supaya gak hilang..”katanya yang membuat kami tertawa.
Akhirnya lelucon tadi bisa membuat dia yang tadi menangis bercerita tentang kehidupan masa lalunya tersenyum kembali. Tapi gua jadi paham satu hal tentang dia. Kalau dia bekerja bukan hanya untuk dia sendiri, makanya selama masa pengangguran gini dia sedikit sedih karena banyak orang yang harus dia bantu dalam kehidupan. Dia harus bantu orang tuanya, dia harus bantu keponakannya agar tetap bisa sekolah, dia harus membalas jasa kakaknya dan hal yang paling menyedihkan dia melakukan segalanya tanpa pernah berpikir tentang dirinya sendiri.
Bukannya itu semua tugas orang tua Ilma? Keduanya telah memiliki keluarga dan anak-anak yang harus dibiayain.. hal yang paling sesali ia tidak pernah melihat yang namanya keluarga utuh seperti di sinetron-sinetron walaupun dia sendiri bermimpi kelak semua keluarganya berkumpul bersama dalam sebuah kebahagiaan dan menghapus semua jarak serta hal yang memisahkan mereka.
Kemandirian dan dedikasinya dalam keluarga membuat gua jatuh cinta dan akhirnya menyatakan cinta sama dia. Dia menerima gua dan akhirnya kami jadian setelah hari itu sebagai pasangan kekasih.
Dan gua menyebutnya sebagai takdir ketiga..
***
Setelah kami jadian, Ilma mendapat kabar gembira kalau dia di terima kerja di maskapai Riau Airlines dengan gaji yang memuaskan walau harus diluar kota. Gua mengucapkan selamat untuk pekerjaan barunya walau dengan begitu gua jadi tau, pekerjaan itu akan membuat dia semakin jarang bertemu dengan gua. Karena dia selalu pergi dari satu kota ke kota lain. Tapi gua menjalani semua ini dengan suka cita, sebagai kekasih. Kami sama-sama menjalani kehidupan cinta yang indah.  Walau hanya bisa bertemu sebulan sekali atau dua kali.
Ilma dengan pekerjaan barunya benar-benar memanfaatkan apa yang ia dapat untuk masa depan dia sendiri. Dia bekerja mati-matian untuk mengambil setiap kesempatan terbang agar bisa mengubah hidupnya. Dia menabung untuk satu hal yang selalu dia katakan ke gua. Karena sejak kecil dia selalu hidup menumpang dari kakaknya yang mengontrak rumah dengan berpindah-pindah, dia pengen banget punya satu tempat untuk selamanya yaitu sebuah rumah untuk dirinya. Akhirnya dia menabung untuk impian dia itu.
Seperti sebuah kisah cinta, gak selalu indah dan baik-baik saja. Kita juga terkadang mengalami keributan kecil dan semua baik-baik saja sampai akhirnya suatu ketika kami terlalu jauh dalam keributan dan putus nyambung akhirnya putus untuk waktu yang lama. Tapi kita sama-sama sadar, bahwa kita saling mencintai dan akhirnya berpisah untuk mencoba intropeksi agar mengerti arti kita di hati masing-masing. Gua fokus pada kariel gua yang sedang naik, begitu pula dengan Ilma dan tanpa sadar kami berpisah oleh waktu. Dalam kesendirian itu, gua jatuh cinta sama seseorang dan menjalin hubungan.
Ilma mendengar hubungan baru gua dan mengucapkan selamat. Gua tau, hatinya pedih dan gua merasa tidak enak hati karena membuat dia terluka. Akhirnya gua memutuskan untuk tidak menghubungi dia sementara waktu, agar dia tidak lebih menderita karena hubungan baru gua. Di hari-hari berikutnya, gua pun mendapat kabar kalau Ilma sudah memiliki kekasih lain. Apa yang gua rasakan adalah rasa perih dan gua baru menyadari betapa bodohnya gua melewatkan dia dalam hidup gua, tapi gua tidak bisa egois dan akhinya menerima takdir kami masing-masing.
Ilma sepertinya sedang dicoba oleh takdir. Riau Airlines kembali mengalami kebangkrutan dan akhirnya dia tidak bekerja. Tapi tidak begitu lama dari kejadian itu ia pindah bekerja ke Mandala Airlines. Artinya dia akan pindah kembali ke Jakarta. Diam-diam pada saat itu, kami berjanji untuk bertemu sebagai sahabat karena masing-masing dari kami punya kekasih. Kami bertemu di sebuah tempat yang pernah jadi tempat terindah kami dulu. Di sebuah pantai.
Saat itulah kami mencoba untuk mengerti mengapa kami menjadi seperti ini dan satu hal yang akan gua ingat selalu tentang kata-kata terakhirnya.
“ kalau kita berjodoh kita akan akan pernah dipisahkan takdir. Dengan siapa pun kamu? pacaran kalau jodohnya kamu adalah aku, maka aku akan jadi takdir kamu..”
“jadi aku harus gimana?”
“kita gak harus gimana-gimana. Kita percaya saja takdir. Untuk sementara, kita gak usah berhubungan.. kamu hapus aku dari bb kamu. Aku juga hapus. Kita berdoa saja.. kalau memang takdir semoga kita kembali bersatu..””
Gua hanya tersenyum. Walau hati ini berharap demikian tapi gua gak akan pernah menolak bilamana itu terjadi. Akhirnya kami memutuskan hal terakhir yang bisa membuat kami saling kontak, Selanjutnya gua serahkan kepada Tuhan. Karena sebenarnya gua dan dia masih saling sayang akan tetapi keadaan membuat kita gak bisa bersama lagi. Yaitu kami sama-sama punya kekasih dan tidak ingin menyakiti siapapun. Setelah itu Ilma fokus pada pekerjaan dan impiannya untuk waktu yang tak pernah terjawab..
**
Setahun kemudian
Cinta sepertinya begitu rumit hubungan gua sama kekasih gua saat ini akhirnya berakhir. Gua menjadi seperti dahulu kala, sendiri. Ketika gua sendiri, menjalani hidup gua seperti biasanya. Suatu ketika gua kembali bertemu dengan ilma tak sengaja di bandara. Pada saat itu dia sudah tidak lagi bekerja di Mandala Airlines karena hal yang sama terjadi kembali, maskapai perusahaan dia bangkrut. Sayangnya dia masih bersama kekasihnya, tapi kita menjalin hubungan kembali dan melupakan janji kita untuk tidak saling kontak karena ia sudah bekerja di Jakarta kembali di Sky Avination.

Ilma dan gua sering kontak walau hanya sekedar bertanya kabar. Tapi gua tau, tidak baik untuk menganggu hubungan dia sama kekasihnya saat itu.  Jadi dari hari ke hari, ia selalu bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan gua menjad pendengar yang baik bagaikan seorang saudara. Dia menganggap gua adalah orang yang paling layak tau apa-apa saja yang telah ia miliki dengan apa yang ia kerjakan dengan penuh keringat. Gua senang dia bisa mulai mencicil rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah, bahkan dia sudah bisa lebih baik dalam hidup karena pengalaman dia sebagai pramugari senior membuat hidup dia lebih baik, artinya kehidupan keluarganya pun jadi lebih baik.
Sampai suatu malam entah mengapa dia bertanya sama gua.
“bisa gak sih kita kembali kayak dulu, sebagai kekasih, bukan seperti saat ini. Seperti ada jarak diantara kita yang bikin kita tidak bisa seperti dulu..”
“keadaan kita beda.. kamu sudah ada yang punya.. aku gak bisa.. seperti saat ini saja aku sudah bahagia kok.. “
“aku enggak.. aku enggak bahagia.. “
“kamu harus coba bahagia.. kamu pasti bisa..”
Karena tidak ingin merusak hubungan dia sama kekasihnya, akhirnya gua menghilang sesaat dari hidup Ilma. Walau dalam hati gua merasa sedih untuk pergi dari hidup dia, tapi gua harus lakukan semua yang menyakiti hati gua. Gua selalu menghindar dan tak jarang enggak membalas semua pesan yang dia kirimkan ke gua. Walau gua selalu memperhatikan status yang dia buat di Blackberry. Gua juga bilang kalau gua sudah balikan sama mantan supaya dia bisa mengerti walau itu bohong semata.
Suatu malam, gua mengucapkan selamat ulang tahun lewat telepon ke Ilma untuk hari ulang tahunya. Gua senang, gua menjadi orang pertama yang mengucapkan hal itu ke dia. Tapi di telepon terdengar suara tangis darinya.
“kamu nangis ya?”
“Enggak kok.. Cuma senang aja dikasih Tuhan umur yang panjang sampai bisa ngerayain ulang tahun ke 25..”
“ kalau gitu make a wish dong..?” kataku.
Entah mengapa dia berkata sesuatu yang membuat gua terdiam.
“ Aku mau make a wish sama kamu boleh?”
“kok sama aku, sama Tuhan dong? Tapi yauda gapapa.. ngomong aja..”
“ kalau ini uda jadi saat terakhir aku merayakan ulang tahun aku, aku mau kamu tau. Kalau aku bahagia mengenal kamu dan aku titip semua yang aku miliki sama kamu ya.. ” katanya yang membuat aku tersentuh.
“ kok kamu ngomong gitu?”
“karena Cuma kamu yang benar-benar tau bagaimana kehidupan aku, keluarga aku dan semua impian aku.. makanya aku bahagia.. soalnya teman-teman aku bahkan gak ada yang pernah tau semua tentang hidup aku.. karena aku harus jujur, aku malu kalau mereka tau keadaan keluarga aku, Cuma sama kamu aja.. aku jadi berani dan sadar.. bagaimanapun keadaan keluarga aku, mereka itu tetap bagian hidup aku.. ” ceritanya padaku
“aku juga bahagia kok..kamu jangan bikin aku bingung ah.. make a wish kok jadi sedih gini.. ayo dong senyum.. kan senyum kamu itu hadiah terindah dari Tuhan.. nah sekarang kamu mau kado apa dari aku?” Tanya gua..
“ aku gak mau apa-apa aku Cuma mau kamu jangan pernah lupain aku dalam hidup kamu.. bisa?”
“pasti..”kataku pendek.
Dan setelah hari itu, kata-kata itulah kata-kata yang terakhir gua dengar darinya. Suara terakhir yang gua dengar darinya. Gua belum sempat memberikannya kado ulang tahun dan berjanji setelah gua enggak sibuk syuting gua pasti membawakan kado itu untuknya. Jadwal kami yang sama-sama sibuk membuat kami tidak sempat bertemu. Akhirnya gua memutuskan untuk mengantarkan kado itu ke rumahnya. Sebuah parfum yang aku miliki satu dan dia satu. Jadi parfum itu edisi khusus yang gua beli pada saat tidak sengaja pergi ke Singapura.  Ilma menerima kado itu dan mengucapkan terima kasih.  Dan dia memberitahu kalau dia sudah sendiri.
Sebenarnya pada saat itu gua bisa juga memutuskan untuk menjalin hubungan kembali tapi dia sepertinya lampu hijau yang diberikan Ilma tentang kesendirian tak begitu gua perhatikan karena sibuk dengan pekerjaan gua. Sampai akhirnya dua hari sebelum hari terakhir takdir memisahkan kami. ilma mengatakan pada gua.
“jadi setelah kita sama-sama sendiri.. menurut kamu kalau kita balikan gimana ?”
“kasih aku waktu untuk berpikir.. aku pengen banget kita seperti dulu.. tapi saat ini aku sibuk, aku takut gak bisa membuat kamu bahagia.. kamu mau nunggu aku kan?”
“aku tau kok.. aku akan selalu nunggu kamu.. kapan pun itu.. aku akan selalu nunggu kamu.. kamu kalau kerja ingat kesehatan kamu ya….”
Kata kata itulah hal yang terakhir gua dapatkan darinya sebelum dua hari kemudian disaat gua terbangun dari tidur dan mendapatkan kabar kalau Ilma telah menghilang bersama kejadian pesawat sukhoi dimana ia sedang bekerja. Sebelumnya gua uda punya firasat yang aneh sekali, entah mengapa tiba-tiba blackberry gua mati dan kehilangan semua data gua, saat gua coba back up. Hampir semua foto-foto Ilma dan kontaknya hilang.  Gua pun berpikir untuk hubungin dia untuk minta no pin dia akan tetapi nomor dia gak aktif. Sampai akhirnya gua baru sadar kenapa dia gak bisa dihubungi, yaitu ketika tau dari teman-teman kalau Ilma adalah salah satu penumpang di pesawat sukhoi naas itu.
Hati gua hancur, perih dan sedih. Segera gua mencari tau keberadaan Ilma di bandara  halim dimana sudah ratusan orang keluarga yang hilang bersamaan dengan pesawat sukhoi berkumpul. Pertama dalam hidup gua, akhirnya gua benar-benar melihat keluarga Ilma berkumpul disana. Ayah, ibu, nenek kakak dan keponakan-keponakannya menunggu dengan cemas. Kita berharap Ilma masih hidup dan berdoa kepada Tuhan, karena seumur hidup hanya saat inilah dia bisa melihat semuanya berkumpul dan tentu dia akan bahagia ketika ia selamat nanti melihat senyum kebahagiaan mereka menyambut Ilma.
Akan tetapi harapan dan cahaya bahwa tidak terjadi apa-apa dengan pesawat sirna seketika, Tuhan berkehendak lain, pesawat sukhoi ditemukan dan semua penumpang dinyatakan meninggal. Saat itulah gua menangis, menangis karena kehilangan orang yang pernah ada dan mencintai gua dengan tulus. Penyesalan terberat yang tak bisa gua bayangkan adalah mengapa pada saat terakhir dia memberikan sinyal untuk bersatu tetapi gua malah menunda itu terjadi.
Ilma sepanjang hidupnya ingin sekali keluarganya yang tercerai belai bersatu. Akhirnya pada hari dimana dia telah tiada, seluruh keluarganya berkumpul. Tetapi sayangnya mereka berkumpul untuk hal yang tidak ia tentu harapkan.. yaitu saat mereka harus menangis untuk kepergiaannya.  Gua harus mengucapkan rasa bangga atas apa yang dia harapkan dalam hidup benar-benar terjadi. Dia selalu berkata sama gua, impiannya pada suatu ketika hanya ingin membuat keluarganya bahagia. Memberikan tempat yang layak untuk kakaknya, membuat orang tuanya bahagia untuk itulah dia mengambil pekerjaan yang paling beresiko sekalipun.
Semua telah ia lakukan, hutang-hutang budi kehidupan yang telah terbalas dalam kehidupan akhirnya nyata. Sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja mati-matian tentu keluarga akan kesulitan ketika ia pergi, berkat adanya hibah dari Pemerintah Rusia atas bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan, Ilma masih bisa melakukan sesuatu yang besar di akhir hidupnya, itulah hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk membahagian kelurganya walau harus dengan sebuah hal yang tidak diharapkan oleh siapapun.
Ilma kini telah pergi dengan senyum terakhirnya, mungkin sejak kecil ia emang gak pernah mengerti mengapa dia harus terlahir ke dunia ini bilamana ia harus berjuang dari kehidupan yang ia jalanin dengan susah payah hanya untuk membahagiakan orang lain sampai akhir hidupnya.  Keluarganya mungkin tidak seindah yang ia harapkan seperti dalam sinetron-sinetron tapi janjinya untuk membuat keluarga bahagianya sampai titik darah penghabisan masih bisa ia lakukan walau kini ia telah pergi untuk selamanya..
Seperti yang ia minta sama gua, jangan pernah ngelupain dia.. hal yang tidak akan gua lupain dengan cara menulis kisah ini agar semua orang tau..
Bahwa ada senyum terakhir yang begitu indah dibalik kepergiannya kepada mereka yang ia tinggalkan termasuk gua..
Catatan : suatu malam seminggu setelah dia meninggal, gua bermimpi bertemu dengan Ilma, dia membicarakan satu hal yang gua gak pahami lewat pesan yang aneh
“ semua kontrakan aku tolong kasih ke kakak aku, tapi rumah aku yang diatas langit jangan dijual ya.. karena itu tempat impian aku.. tepat di tempat pertama kita bertemu.. disana kamu jaga ya.. terima kasih Anes.. “

Ilma emang punya rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah tanpa diketahui oleh saudaranya, akhirnya gua memberi tahu keluarga tentang kontrakan itu untuk diserahkan. Tapi rumah diatas langit, itulah yang membuat gua bingung sampai akhirnya gua memandang langit di sekitar semanggi tempat pertama kali bertemu. Dari situlah gua paham.. rumah diatas langit yang dia maksud adalah sebuah apartement..
Beberapa bulan sebelum dia meninggal, dia sempat mencicil apartement itu. Gua pun menghubungi pihak pengembang apartement, memang benar Ilma memiliki unit disana. Gua memutuskan untuk melanjutkan cicilan apartement itu. Sisa daripada cicilan sebelumnya gua berikan kepada kakaknya, gua berharap tempat itu menjadi tempat dimana kelak gua bisa mengenang dia sebagai bagian hidup, melihat senyum dia seperti pertama kali gua mengenalnya di atas langit-langit bumi.

Selamat Tinggal Ilma. Beristirahatlah dengan Tenang
Terima kasih atas senyum terindahmu karena dengan itulah aku mengerti bahwa tak ada yang lebih baik dari hidup selain saat-saat aku mengenal dan mencintaimu..

tamat
semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa saja.


kisah ini terdapat dalam buku
love and life chocolatos ibu aku mencintaimu- yang akan terbit januari 2013
,

Mantan Kekasih : Part 2


mantan kekasih : bagian 2

” hidup bagi mereka yang pergi hanyalah sebuah cara bagaimana kita melihat kebenaran dan kesalahan. mereka yang pergi mengatakan kepada kita apa itu arti keduanya dan kita yang hidup menjadikan sebagai pedoman ” agnes davonar

Tentang Angel.
Ia sendirian di kamarnya, terbangun dari mimpi buruk di malam hari. Ia baru saja tidur sesaat dan merasakan mimpi tentang seseorang yang pernah ada dalam hidupnya; Chandra.  Nafasnya terhenga-henga dan keringat dingin berjatuhan di kening dan lehernya. Ia mencoba mengatur nafasnya hingga menjadi lebih ringan, bangkit untuk mengambil segelas air putih yang telah ia siapkan di meja hias disamping kamar apartementnya yang berukuran studio.
Saat ia meminumnya, kaca hias yang berukuran ovale itu dipenuhi oleh beberapa foto-foto Angel dengan teman-temannya disaat bersama dengan beberapa gaya. Tapi yang paling membuat matanya selalu tak berhenti menatap adalah fotonya bersama Chandra di setiap kenangan yang ia abadikan. Foto disaat mereka berseragam sekolah akhir bersama dengan bahagianya merayakan kelulusan dan foto disaat mereka bersama menikmati kemesraan.
“ gue gak sampai hati untuk menghapus semua ini Chandra.. andai loe tau. Betapa gua masih..” ucap Angel terdiam.
Setelah merasa tenang, angel kembali membaringkan dirinya di ranjang. Dan tidur kembali dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya.
Beberapa jam kemudian terdengar suara jam walker klasik berbentuk doraemon yang berteriak untuk membangunkannya. Terlihat pukul 6.30. Angel bangun dan bergegas untuk mandi lalu mempersiapkan dirinya untuk bekerja.  Dengan cepat kini ia telah menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Wajahnya yang sejak sma sampai saat ini tidak pernah berubah. Ia tidak pernah suka berdandan dan rambutnya masih sama sepanjang lenganya. Ia bekerja di supermarket besar tak jauh dari tempat tinggalnya. Sebagai admi bagian logistic.
Seseorang junior staff perempuan menyapanya dan bertanya.
“ mbak kurang tidur ya matanya kok bengkak dan keliatan garis hitam dibawanya..”
“ iya neh. Mungkin akhir-akhir ini lagi banyak pikiran..”
“ jaga kesehatan ya mbak..”
“ makasih atas perhatiannya..”
Angel pun menatap cermin bias yang ada diruangan kantornya. Benar kata staff junior itu. sudah terlalu lama ia bersedih dan tidak cukup tidur. Sudah seharusnya ia bangkit, tapi ia tidak pernah tau darimanah dan bagaimana harus memulai semuanya.
Segalanya masa lalu terus hidup dan membuatnya sulit melepas.
***
Tentang Chandra.
Chandra tiba dirumahnya. Rumah besar dengan segala yang dimiliki rata-rata orang-orang kaya yang memiliki pendapatan cukup. Saat itu rumah itu kosong, tak ada siapapun. Ibu, adik dan ayahnya sedang pergi entah kemana. Ia masuk ke dalam dan memperhatikan setiap jengkal apa yang ia bisa kenang tetang istana tempat ia dilahirkan. Ruang tamu dengan foto keluarganya yang memancarkan kebahagiaan. sepeda yang selalu ia gunakan di garansi rumah berserta mobilnya. Semua masih ada dan terawat dengan rapi.
Hal yang paling membuatnya terharu adalah saat ia masuk ke kamarnya di lantai dua rumah itu. ia masih menemukan segala miliknya di kamar. Ranjang empuk miliknya, mainan super hero koleksinya di lemari kaca. Semuanya masih tampak sama dan yang paling menonjol diantara semua itu. ia melihat sendiri foto hitam putih bergaris hitam diatas bingkai  yang terletak di meja belajarnya. Chandra mendekat dan membaca tulisan yang ada di samping bingkai itu.
“ untuk yang selalu kami sayangi, beristirahatlah dengan tenang.. . ayah, ibu dan Rudy”
Seketika air mata Chandra terjatuh. Ia tak pernah menyangka kini keluarganya telah menganggapnya telah tiada. Padahal ia belum benar-benar mati, tapi tak ada yang bisa ia lakukan. Ia tidak ingin melawan takdir yang saat ini terjadi.  Ia mulai berpikir apa yang akan terjadi bila ia meminta suster yang bisa melihatnya dan mengatakan kalau keluarganya bisa menemukan tubuhnya di rumah sakit itu. tapi ia kembali teringat oleh kata suster itu.
“ saya tidak mungkin melawan takdir apa yang terjadi sekarang, kalau saya bilang saya tau kamu, maka saya akan mengubah jalan takdir. Itu dosa untuk saya.. jadi biar waktu yang menjawabnya..”
Chandra hanya bisa tertenun. Ia merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Walau hanya bayangan ia masih bisa merasakan kehangatan ranjang yang telah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Saat ia berbarik tiba-tiba ia melihat sesuatu tak jauh dari lemarinya. Sebuah foto yang masih tertempel. Foto sekolah ia bersama teman-temannya. Foto kenang-kenangan disaat ia merayakan kelulusan. Foto yang sama ada di rumah Angel.
Saat itulah Chandra tersadar akan Angel. ia sadar, angel adalah salah satu orang yang paling tersakiti oleh prilaku dan tindakan playboynya. Ia ingin sekali meminta maaf sebelum ia bisa melakukan itu. ia ingin sekali melihatnya untuk terakhir kali sebelum rohnya menghilang dalam dunia ini. tiba-tiba pintu terbuka dan ibu Chandra muncul sambilk membawa seikat bunga mawar putih. Ia meletakkan diatas bingkai foto Chandra. Chandra memperhatikan wajah ibunya yang kusam karena menangisin kepergiaannya. Tanpa ia sadari keluarganya telah kembali dari luar.
Dan untuk terakhir kalinya, ia melihat sang ibu menangis menatap bingkai wajahnya. Tak tahan ia pun mendekat kepada ibunya.
“ maafkan Chandra bu, selama ini selalu membuat itu bersedih.. Chandra minta maaf..” kata Chandra berlinang air mata.
Tentu saja ibunya tak bisa merasakan dan mendengar apa yang ia katakan. Chandra pun pergi tak kuasa melihat air mat sang ibu, melihat ayah dan adiknya yang sedang menyiapkan makan siang. Keduanya terlibat pembicaraan.
“ ibu kamu dimana, Rud?”
“ sedang diatas menaruh bunga di kamar kakak..”
“ kasihan ibumu. Ia tidak siap dengan semua ini..”
“ kita gak bisa apa-apa Papa. Ini sudah rencana Tuhan..”
Chandra pun melihat keduanya untuk terakhir kali. Ia pergi keluar rumah dan saat ditaman ia melihat anjing kesayangannya Pedro. Anjing jenis golden. Seperti yang selalu dikatakan dalam dongeng, kalau anjing bisa melihat sosok halus. Kini Chandra menyakini kebenaran itu, Pedro bisa merasakannya. Pedro terus memainkan ekornya kegirangan.
“ titip ayah, ibu dan adik disini ya..pedro..”
Chandra pun meninggalkan rumahnya, pedro menatap majikannya dengan gundah. Dan akhirnya perpisahan terjadi diantara semuanya. Chandra melangkah dijalan, ia ingin pergi menuju satu tempat yang selalu ia lakukan disaat ia masih bersama Angel. Menuju apartement milik Angel yang tempatnya di tengah kota. Sama halnya seperti manusia. Chandra tidak akan bisa begitu cepat sampai kemana saja yang ia sukai, ia harus berjalan sampai kakinya benar-benar sampai ke tempat yang ia inginkan. Walau tubuhnya tidak memiliki berat massa tapi ia tidak bisa melawan gravitasi bumi. Ia hanya tidak memiliki rasa lelah dan ringan.
***
Di apartement Angel.
Chandra masuk ke ruangan kamar Angel yang gelap tanpa cahaya. ia memperhatikan kamar orang yang pernah dalam hidupnya. Tidak begitu rapi dan sepertinya tidak terurus. Mungkin karena Angel terlalu sibuk pikirnya. Ia menemukan cermin hias Angel, menemukan fotonya yang tertempel disudut kaca. Tangannya mencoba meraih dan seperti sebuah keajaiban. Foto yang tertempel di kaca itu terlepas dan terjatuh saat Chandra menyentuhnya.
“ aku gak salah apa kebetulan..”
Chandra kemudian melakukan hal yang sama kepada foto-foto lain. Tapi tidak bereaksi, ia pun berpikir bahwa itu hanya kebetulan atau karena tertiup angin. Ia menghela nafas.
“ andai saja aku bisa hidup kembali, aku pasti akan benar-benar menyesali meninggalkan orang yang baik dan mencintaiku dengan tulus seperti kamu. Kini aku hanya bisa menyesal.. sungguh menyesal. Maafkan aku Angel..”
Tiba-tiba lampu menyala. Chandra melihat Angel pulang. Ia membawa beberapa kantung pelastik ditangannya. Tergesa-gesa memasukan beberapa sayur, buah dan minuman ke lemari es. Chandra memperhatikan Angel. gadis itu benar-benar tak lagi memperhatikan keadaanya. Sama seperti ketika ia melihat ibunya, kusam dan tak terawat. Angel menghela nafas kelelahan. Saat ia hendak menuju ruangan kamarnya, ia menemukan fotonya terjatuh. Lalu mengambilnya.
“ siapa yang jatuhin..aneh”
Angel pun menempelkan kembali fotonya di cermin hias. Lalu pergi untuk mandi karena merasa keringat tubuhnya terlalu menganggu. Chandra tersenyum melihat Angel yang menempel fotonya walau tanpa tidak rapi dan terlihat miring, ia pun secara reflek membenarkan dan seperti hal yang terulang, foto itu terjatuh saat ia menyentuhnya. Chandra terkejut.

“ kenapa bisa begini ya..? “ ia jadi penasaran dan melakukan berulang ulang. Foto itu berhasil ia angkat dari lantai tapi terjatuh lagi.
“astaga ini bukan angin.. aku bisa menyentuhnya..”
Chandra terus mencoba untuk mengambil foto itu dan berkali-kali mencoba gagal dan berhasil. Foto itu hanya jatuh dan jatuh kembali. Angel keluar dari kamar mandi dengan rambut tertutup handuk. Saat ia hendak menyalakan mesin pengering rambut. Ia kembali menemukan fotonya terjatuh. Saat itu Chandra menghindar darinya. Ia bertanya-tanya dalam hati, mengapa foto ini bisa terjatuh lagi. Ia mengambil foto itu dan menempelkannya kembali.
Tidak ada pikiran yang buruk di kepalanya ia mengeringkan rambutnya dengan sisir. Chandra mencoba menyentuh foto itu dan terjatuh. Kali ini Angel terdiam. Merasa ada yang aneh. Ia menatap cermin seperti melihat sosok Chandra. Tapi menghilang kemudian.
“ ANEH.. foto ini jatuh lagi, tapi tadi seperti ada dia..”
Chandra menyadari Angel bisa memperhatikannya karena angel benar ia benar-benar tampak walau sesaat dan ada disana.
“ mungkin gue uda gila kali ya..”
Karena tidak ingin pusing, angel mencabut semua foto-fotonya bersama Chandra dari kaca hias dan memasukan ke dalam kotak di lemar. Sambil berkata di cermin
“ gua akan lupain semuanya, mulai saat ini.. selama nya..” kata Angel
Hendra pun terdiam. Ia sadar gadis itu sedang mencoba melupakannya. Tak berdaya tertunduk menerima takdirnya.  Mereka berdua tidak pernah menyadari, bahwa apa yang angel rasakan baru saja adalah kebenaran dimana Chandra benar-benar ia lihat dari cermin. Chandra pun tak menyadari kemunculannya sesaat dan bagaimana tanganya bisa menyentuh foto adalah mujizat yang terjadi. Seandainya ia mau belajar dan belajar lagi untuk fokus. Mungkin ia akan menemukan kelebihan dari tubuhnya yang hampa. Ia tidak bergegas dari rumah Angel. terus ada disana memperhatikan apa yang selalu Angel lakukan sampai melihat gadis itu makan dengan banyaknya, tidur menggorok dan hanya bisa tertawa kecil. Hal yang bodohnya tidak pernah ia perhatikan saat bersama dan ia menyesal.
***
Chandra pulang ke rumah sakit. Suster yang selalu menolaknya untuk bicara mulai terbuka dan ramah. Suster mulai sadar, tidak ada gunanya untuk bersikap dingin dan angkuh. Ia juga pernah merasakan hal yang sama dan mengerti bagaimana sulitnya menjadi seorang diri di dunia yang asing. ia memberikan saran kepada Chandra untuk selalu dekat dengan tubuhnya agar ia tidak kehilangan factor yang sulit dijelaskan secara akal sehat. Suster hanya mengatakan
“ kamu dan tubuhmu ibarat dua orang anak kembar yang terpisah, ketika yang satu menghilang, ia akan bersedih dan jadi semakin dekat semakin baik.”
Chandra kemudian mengatakan apa yang ia rasakan saat di apartement angel.
“ saya benar-benar seperti bisa mengangkat foto itu..”
“ itu tidak mungkin, karena roh yang ada pada dirimu adalah hampa dan kosong tak berbobot. Untuk mengangkat kapas saja tidak akan bisa..”
“ tapi saya tidak bohong suster.. coba lihat ini..”
Chandra mencoba mengambil secangkir kopi milik suster di atas meja. Ia melakukan dan suster memperhatikan. Sayang beberapa kali mencoba ia gagal.
“ sudahlah tidak usah di coba, itu hanya kebetulan ada angin atau factor lain. saya harus kembali bekerja, kita bicara lagi setelah saya santai..”
“ aneh.. rasanya tadi benar-benar terjadi..” kata Chandra mengeluh.
Suster mengangkat tubuhnya dari kursi dan beranjak pergi sambil tertawa kecil memperhatikan Chandra. Sebelum pergi ia berkata.
“ bagaimana sudah bertemu dengan keluargamu?”
“ sudah.. mereka sudah menganggap saya mati..” kata Chandra.
“ bersabarlah.. “
Chandra masih melakukan hal yang sama, mengangkat secangkir air dan tetap tak pernah berhasil. Ia menjadi jengkel dan berpikir mungkin saja kebetulan yang dikatakan suster itu benar. Setelah bosan mencoba. Chandra keluar dari ruangan suster dan berjalan mengelilingi rumah sakit. Ia melewati satu kamar pasien vip yang terdapat nenek sedang kesulitan bernafas, ia memperhatikan nenek yang berusaha bernafas tapi tak bisa bergerak. Ia mencoba mengangkat tangannya untuk menekan tombol panggilan darurat tapi ia terlalu lemah.
Chandra mencoba menolong nenek yang sedang kritis itu, ia kebingungan, ia tidak bisa memanggil siapapun termasuk suster yang bisa mengenalnya karena waktu terbatas. Suster di depan ruang jaga juga tidak bisa mendengar panggilannya apa lagi melihatnya, akhirnya ia mencoba menekan tombol panggilan darurat. Sekuat tenaga dan fokus. Dan.. tombol itu benar-benar dapat ia tekan, terdengarlah suara panggilan darurat pasien yang membuat suster-suster berlarian ke ruang pasien nenek itu.
Nenek itu tak sadarkan diri tapi seperti sempat melihat sosok Chandra dan suster pun masuk. Memberikan pertolongan pertama kepada nenek itu, Chandra terdiam, ia kini sadar, apa yang terjadi barusan bukan kebetulan, ia benar-benar bisa menekan tombol itu. suster yang bisa melihatnya masuk. Chandra berkata.
“ saya yang menekan tombolnya.. saya bisa.. bisa merasakan tombol itu..”
Suster terdiam, ia benar-benar tak menyangka apa yang Chandra katakan benar-benar terjadi. Tapi ia tidak bisa banyak membahas talenta Chandra, ia harus menolong pasien bersama dokter yang sudah bersiap-siap melakukan pertolongan kepada Nenek yang malang itu. Chandra keluar dari ruangan itu, kini ia benar-benar mampu melakukan apa yang mustahil ia lakukan sebelumnya, ia bisa membuka lembaran Koran. Walau terbatas, perlahan kekuatan tersembunyinya benar-benar terjadi.
***
Tentang Angel.
Terdiam di kamar. Hari ini adalah detik detik terakhir mendekat di hari ulang tahunnya. Keluarganya telah pindah keluar kota, ia memutuskan untuk tetap di kota yang sekarang ia tinggalin demi Chandra. Kini ia benar-benar berpikir penyesalan memutuskan kepindahan itu. kue kecil dan lilin kecil tertancap diatasnya. Api belum menyala disamping korek api yang telah ia siapkan. Ia memperhatikan setiap detik waktu menunggu hingga lewat hari ini. merenung dan merenung di kamarnya seorang diri.
Tanpa ia sadari. Chandra sudah ada diruangan itu, memperhatikan apa yang angel lakukan, terdiam di meja dan menunggu waktu hingga ulang tahunnya tiba.
“ mungkin Tuhan sudah punya cara untuk mengatur semua yang terjadi dalam hidup gua. Besok harus jadi perubahan terbesar dalam hidup gua, gak bisa selamanya begini..”
Chandra mendekat. Ia mengenang dimana setiap ulang tahun, ia selalu memberikan angel bunga dan merayakan hal terakhir bersama dengan makan di restorant, Walau tidak romantic ia mengenang hal itu sebagai kenangan.  Angel bersiap menyalakan lilin ketika melihat semenit yang akan datang adalah hari ulang tahunnya. Satu persatu jumlah lilin yang sesuai umurnya 20 tahun telah ia nyalankan. Chandra mendekat. Ia tepat duduk berhadapan dengan Angel yang tentu saja tidak merasakan kehadirannya.
Ketika Angel hendak meniup lilinnya, Chandra iseng mematikan setiap api itu dengan tangannya dan berhasil. Angel jadi bingung.
“ kok mati apinya..” kata Angel bingung.
Ia menyalakan lagi dan ketika semua lilin menyala, Chandra mengulangnya. Ia tertawa lucu saat angel tak sadar apa yang ia lakukan.
Angel semakin kesal, ia mencoba memastikan ruangan dan melihat jendela kamarnya terbuka. Ia pun menutupnya. Saat ia kembali, Chandra sudah menyalakan semua lilin itu dengan kekuatannya. Yaitu mengangkat korek api dan menyalakan satu persatu.
Angel hanya menatap dan berusaha mengingat betul bahwa api dililin itu benar-benar telah mati. ia kembali dan mulai ketakutan. Menatap sekeliling ruangan. Tak ada siapapun. Akhirnya ia menutup hari itu hanya dengan meniup lilin kembali dan meminta satu hal dalam hari bahagianya.
“ semoga ada kebahagian di hari ini yang bertambah..”
Chandra mengucapkan doa disampingnya.
“ gua selalu berdoa agar kita bisa kembali lagi dan menyadari betapa pentingnya yang terjadi dalam hidup kita..”
***
Siang itu, Angel sedang merapikan beberapa bahan-bahan keperluan supermarket di ruangan sayur-sayuran. Saat ia sedang merapikan sayur-sayuran, agnes bersama ibunya sedang berbelanja. Angel menatap kedua orang itu, Agnes menyakini seperti melihat angel. tapi angel yang ingat betul siapa agnes hanya mencoba fokus pada perkerjaannya. Agnes meminta waktu kepada ibunya untuk bertemu dengan Angel. ia mendekati Angel.
“ sorry, kalau gak salah kita pernah bertemu ya?”
“ hm.. ia. Gua angel. loe pacar Chandra kan..”
“ iya dulu waktu sama Chandra..”
“ ada yang bisa dibantu..”
“ oh gapapa. Cuma memastikan aja.. salam kenal ya..”
“ salam kenal juga..” kata Angel terlihat sibuk dan mencoba tidak tertarik melakukan pembicaraan dengan Agnes.
Agnes merasa angel tidak suka akan kehadirannya. Sebelum pergi ia pun menyampaikan sesuatu.
“ ehm.. gua Cuma pengen kasih tau. Uda tau kan kalau Chandra uda pergi?”
“ pergi.. pergi kemana?” tanya Angel bingung
Agnes mulai yakin angel tak tau Chandra sudah tiada.
“ lagian bukan urusan gua lagi..” kata Angel meninggalkan Agnes dengan sekaranjang sayuran brokoli
“ Chandra uda meninggal..” kata Agnes
Angel terdiam. Kerajang brokolinya terjatuh karena terkejut. Ia mencoba memungutnya dan Agnes ikut membantu.
“ mobilnya jatuh ke jurang saat mau ke puncak.. kejadian uda 2/3 minggu lalu.. sorry, gua pikir loe uda tau..”
Angel hanya terdiam, wajahnya rusuh..
“ makasih ya informasinya.. gua kerja dulu..”
Angel pun meninggalkan Agnes. Agnes kembali kepada ibunya. Di ruangan gudang. Angel menangis sejadi-jadinya ketika ia tau Chandra telah tiada.  Ia pun meminta izin untuk pulang cepat. Ia segera menuju rumah Chandra. Memastikan apa yang terjadi itu benar. Ia disambut oleh ibu Chandra. Segelas cangkir teh menemanin mereka di meja ruang tamu. Angel mendengarkan semua cerita ibu Chandra yang berlinang air mata. ia sendiri tak kuasa menahan air mata, kini semua telah terbuka,. Akhirnya ia tau fakta bahwa Chandra tidak akan pernah ada dalam kehidupannya.
***
Tentang Chandra
Chandra memiliki hobby baru dalam dunianya, mencoba mengangkat apapun dan melatih kekuatan mustahil yang sulit dipahami suster. Suster hanya mengingatkan untuk tidak mengunakan cara itu karena akan membuat orang lain ketakutan.
“ tenang aja, saya pakai yang baik-baik kok.. buktinya kemarin nolong nenek itu kan..”?
“ iya tapi jangan untuk iseng ya. Bisa bahaya.. ingatlah selalu kamu tidak boleh mencampuri urusan kehidupan nyata. Karena bukan duniamu lagi..”
“ iya. Iya..”
Suster membuka kertas dan menghitung waktu Chandra.
“ sisa waktunya hanya tinggal 20 hari lagi,. Apa yang hendak kamu lakukan sekarang..”
“ tidak tau..”
“ kamu sudah punya kekasih?”
“ kekasih, rasanya yang sekrang tidak benar-benar mencintai saya. Tapi yang sebelumnya ia..”
“ kalau begitu kenapa tak kamu kunjungi..?”
“ sudah.. sudah saya lakukan, tapi rasanya pedih sekali ketika melihat dia.. menyesal telah menyakiti dia..”
“ begitulah cinta, inilah mengapa saya tidak ingin ada cinta.. bikin ribet..”
Chandra pun bertanya sesuatu pada suster.
“ suster. Bisakah saya menampakan diri kepada orang lain,.”
“ tentu saja tidak bisa. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melihatmu.. jangan sekali sekali melakukan itu, lihatlah tubumu, semakin hari semakin pudar.. sebaiknya jangan menambah hal-hal aneh daripada tubuhmu lenyap..”
‘ memangnya ketika kita menampakan diri kita. Itu berbahaya..”
“ mungkin hidupmu berkurang satu hari.. apa kamu siap?”
“ andai saja bisa saya lakukan. Saya ikhlas..”
“ coba saja..”
“ bagaimana caranya..”
Suster terdiam.
“ itu yang saya pun tidak tau..”
Chandra dan suster pun hanya saling menatap tak mengerti apa yang harus ia lakukan. Tiba-tiba suster menyarankan Chandra untuk melakukan hal yang sulit di pahami tapi ia pernah melakukan itu kepada orang yang sebelumnya ia temui selain Chandra. Orang itu berhasil menampakan diri, tapi resikonya hidupnya jadi singkat. Chandra pun rela, tugasnya hanya satu. Menuju sebuah tempat yang suci.. disanalah ia bisa menampakkan diri.

Bersambung.